Friday, April 13, 2012

New House @ Sentul

Yessssssssssssss...........

Finally serah terima juga....
Setelah melewati hampir setahun lamanya, dengan perasaan kesal, kecewa, marah dan setumpuk rasa tak puas sama Pihak Developer apalagi sama Pihak Kontraktornya. Setelah satu persatu Complaint karena Quality rumah yang dibangun TIDAK SESUAI dengan Spesikasi bahkan dengan Nilai/Harga Rumah yang bangunannya berharga Rp. 3.600.000,- permeter. Excl. harga tanah Rp. 1.600.000,-/permter. Dengan Total bangunan 110 meter dan luas tanah 220 meter. Dan tentunya dengan harga Total yang sangat fantastis menurut kantongku ( Rp.730 juta boooo ). Seharusnya kalau aku bisa bersabar sejenak tidak terburu-buru memilih lokasi, mungkin dengan harga segitu aku akan mendapatkan quality yang lebih baik. Sekalipun lokasi rumahku termasuk lokasi yang sangat baik dan banyak peminatnya. Well...bagaimanapun aku bersyukur, satu persatu Tuhan mewujudkan impianku....

Seakan ingin menutup rapat semuan kekecewaanku tentang Pihak Developernya. Aku masih belum bisa tenang diri. Karena aku masih harus merogoh kocek lagi dengan tambahan atau perbaikan ini dan itu yang sudah tidak bisa diharapkan lagi kepada pihak Developernya. Meskipun masa pemeliharaan masih berlaku 3 bulan kedepan, tapi aku sudah Hopeless sama Qualitas mereka yang sangat Pas-Pas-an. Apalagi pihak Direksinya juga sama Dableknya.

Harapanku, semoga kedepannya rumah itu bisa memberikan Kedamaian, Kebahagiaan, Kesehatan dan Tempat seluruh Rasa KASIH SAYANG untuk anggota keluargaku, khususnya kedua anak-anakku tumbuh berkembang. Dan tentunya untuk Investasi masa depan.

Setidaknya, aku masih dapat berharap, aku dapat memiliki Tanah yang Luass dengan kebun tanaman buah & bungaku..dan aku ingin sekali anak-anakku memanjat pohon yang mereka tanam sendiri.

Semangatt dan terus berjuan...agar kedepannya aku bisa semakin sukses dan bijaksana dalam setiap langkah.

Amin....Godbless me!!

Wednesday, March 28, 2012

Sindrom Kesepian...

Sindrom Wanita Kesepian


KASUS :
Seorang ibu tengah baya, wanita karir berusia 41 tahun bernama Sari (Samaran) datang konsultasi. Suaminya pengusaha sukses dan mapan. Tidak heran kedua anak mereka yang sudah SMP sekolah bertaraf internasional dengan uang sekolah 10 juta/bulan per anak. Punya mobil dan rumah mewah. Sayangnya, hubungan mereka beberapa tahun terakhir hambar. Mereka masing-masing sibuk. Apalagi suami Sari kaku dan sama sekali tidak romantis. Sementara Ibu Sari punya kebutuhan dan bahasa cinta ngobrol dan kebersamaan. Suatu hari di tahun 2002 terjadi banjir besar di Jakarta. Rumahnya di bilangan Jakarta Barat tak luput tertimpa musibah banjir.  Lebih dua minggu baru urusan rumah beres pasca banjir. Sayangnya saat itu sang Suami justru berada di luar negeri. Saat itu muncullah eks pacarnya yang memberi perhatian. Datang ke rumah dan membantu, dari membersihkan hingga mengirimkan makanan. Entah bagaimana hati Sari terenyuh dengan kebaikan mantannya ini. Saat si mantan meminta lebih dari sekedar ngobrol diapun tak kuasa menolak. Namun setelah suaminya pulang, mereka tidak mungkin saling bertemu. tetapi lewat telepon dia masih merasakan getaran kasih sayang mantannya yang tidak pernah Sari dapatkan dari suaminya. Inilah yang membuat dia merasa bersalah dan perlu konsultasi.
******
Inilah salah satu penyakit yang menggerogoti sebagian perempuan dan pria, kesepian. Pernahkah Anda mulai merasa tidak betah di rumah. Begitu tiba di rumah ingin pergi lagi. Saat malam tiba mulai mendadak bingung dan merasa tidak ada yang dikerjakan. Ingin ke luar rumah tapi tidak tahu mau ke mana. Tiap bangun tidur muncul pikiran, "Hari ini enaknya ke mana ya?".
Sindrom Sarang Kosong
Apakah anda pernah merasa hidup tidak punya tujuan. Mau belanja ke Mal, semua sudah ada. Mau dengarkan musik, bosan. Mau ajak teman jalan, semua sibuk. Akhirnya terpaksa pergi juga sendirian ke Mal, sekedar duduk, makan dan minum. Lihat-lihat, dan tergoda juga untuk belanja. Rasanya ingin membeli barang, tapi tidak dibutuhkan. Setiba di rumah barang itu ditumpuk di gudang. Padahal barang itu mahal. Anehnya kalau dilihat daftar teman di HP (phone-book) Anda punya banyak teman, tetapi dunia ini kok terasa sepi? Serasa tidak menikmati lagi bergaul dengan mereka. Tidak sehangat dulu lagi. Sudah tidak bisa sesering dulu bercanda ha ha hi hi. Kadang mulai ada perasaan diri hanya dimanfaatkan teman.
Jadi meski secara prestasi dan jabatan anda oke, uang berlebih tetapi tetap saja ada yang terasa kurang. Merasa tidak puas. Ujung-ujungnya jadi suka ngedumel alias banyak ngomel bin rewel. Mudah merasa bosan dan lelah. Ujung-ujungnya cepat tersinggung. Ditambah lagi komunikasi dengan pasangan mulai hambar. Jarang mengobrol, atau pergi bersama seperti dulu saat anak-anak masih kecil. Kalau bicara cuma sepatah dua kata dan terasa sangat basa-basi.
Setiba di rumah suami dan anak-anak sibuk sendiri. Mereka punya kegiatan sendiri. Mulai hati ini cepat tersinggung. Pasangan dan anak buat salah sedikit saja sensitif dan langsung marah. Tidak heran, mulai ada godaan tertarik pada pria lain. Nah, jika anda sudah mulai mengalami semua atau sebagian gejala ini anda harus mulai hati-hati. Anda mungkin sudah masuk ke krisis pertengahan hidup dan mengalami sindrom sarang kosong.
Fenomena empty nest syndrom ini biasanya menimpa para ibu tengah baya yang bekerja di rumah dan mampu secara ekonomi. Mulai umur 40-an bahkan sebelum itu. Saat anak masih kecil ada saja yang diurusnya. Tetapi saat anak besar, kuliah lalu pergi meningalkan rumah Anda mulai merasa tidak berguna di rumah. Sebab pekerjaan di rumah sudah ada pembantu. Sementara itu suami yang dulu suka minta bantu, kini sudah lebih mandiri karena merasa bisa dibantu staf atau sekretarisnya. sang suami sepertinya tidak perlu bantuan Anda. Saat seperti inilah kesepian menggigit jiwa dan timbul perasaan tidak berguna dan mempengaruhi banget harga diri anda. Merasa diabaikan.
Sumber masalah
Mereka yang terkena sindrom ini umumnya merasa bingung. Sebab secara fisik oke, semuanya ada, dan kondisi anak serta pasangan juga oke-oke saja. tetapi setelah diteliti lebih mendalam ternyata sistem rumah tanggalah yang bermasalah. Sistem pernikahan tidak berfungsi dengan baik. Suami tidak berfungsi sebagai suami, Ayah tidak berfungsi sebagai ayah. Juga sang isri tidak berfungsi sebagai istri. Ibu tidak berfungsi sebagai Ibu. Kehadiran pembantu dan supir sering kali menggantikan fungsi ini sejak pernikahan baru dimulai, saat anak-anak masih kecil.
Kesibukan menjadi alasan pasutri tidak lagi memberikan waktu berduaan menikmati makan bersama, dan ngobrol berduaan. Saat anak masih kecil dan nampaknya Anda sibuk dengan anak-anak, ini tidak terasa. Tetapi saat anak dewasa dan meninggalkan rumah, maka kehilangan anak-anak sangat terasa di masa ini. Barulah anda merasa seperti kehilangan pegangan. Kondisi ini diperparah karena selama ini hubungan Anda dengan pasangan tidak harmonis dan romantis. Tidak pernah di tune-up kemesraannya. Tidak pernah mengembangkan  keterampilan.
Akibatnya, keintiman tidak bertumbuh dengan baik. Hubungan hambar dan sudah seperti teman biasa. Kalau Anda sudah merasa gejala ini pertimbangkanlah untuk memperbaikinya. Mungkin ada sistem perkawinan anda yang salah atau tidak jalan. Mungkin keintiman sudah memudar. Di tengah situasi ini justru paling menakutkan bagi para suami ketika dia tidak siap memasuki usia pensiun. Menjadi sensitif dan cepat marah. Mendadak dia memperlakukan istrinya seperti pegawai kantor. Tentu ini sangat menyebalkan istrinya. Tentu tidak semua orang mengalami sindrom di atas. Tapi kalau sedang mengalaminya, carilah seorang yang dapat membantu Anda mengatasi masalah itu yaitu seorang konselor profesional.
Untuk mengantisipasi dan mencegah sindrom sarang kosong, bangunlah keintiman yang sehat dengan pasangan dan anak-anak sejak awal. Bina hubungan akrab dan saling menghargai. menumbuhkan konsep dan harga diri yang sehat. Bukan meletakkan harga diri pada jabatan, pangkat serta harta benda. Tapi justru pada hubungan yang saling mencintai. Tak kalah penting membina hubungan bermakna dengan Tuhan.
Jalan masuk
Hidup lebih penting daripada harta dan jabatan. Ya hidup lebih penting daripada fasilitas hidup. Hidup lebih penting dari jabatan dan pangkat. Hidup juga lebih penting dari keberhasilan dan kesenangan. Hidup adalah anugerah yang layak kita syukuri senantiasa. Karena itu selama masih hidup marilah menghargai pasangan dan anak kita. Membuat mereka menjadi orang yang berarti dan berguna. Membuat mereka merasa dicinta atau disayang. Janganlah sampai anak merasa Papanya lebih cinta pekerjaan darpada dirinya. Jangan sampai Anak merasa Mamanya lebih mencintai karir daripada dirinya. Jangan sampai istri merasa suaminya lebih peduli pekerjaan atau teman kantornya, dll.
Kesempatan bersama anak toh tidak lama, paling beberapa belas tahun saja. Setelah dewasa mereka akan meninggalkan rumah. Bahkan mungkin sejak masih kuliah. Kelak mereka menikah mereka akan meniru atau mengadopsi pola keintiman keluarga Anda dengan pasangan. Dengan pasangan juga kita tidak tahu bisa berapa lama, sebab kematian bisa sewaktu-waktu menjemput. Karena itu mencegah gejala sarang kosong ini menimpa diri kita, perkuat hubungan satu sama lain. Hangatkan cinta dan kebersamaan. Juga tumbuhkan perasaan mencinta dan saling membutuhkan. Akhirnya jika pernah ada salah, konflik serta luka jiwa yang menghambat komunikasi saat ini, tumbuhkan kemampuan saling memaafkan. Mencintai hingga terluka adalah seni menjalani pernikahan sampai akhir hayat dan Anda puas.
Semoga bermanfaat

Sumber : Kompas

Thursday, March 22, 2012

Bosen Euy @-@

Uhhhh...bosen amat ya...
mata teh mani perih pisan euy
browsing juga udah capek
mani pegel ini mata, tangan ama pundak plus "pantat" ditambah kaki semutan...(manies meren ya??)
wakakakak
Hayang sare...ngebayangin kasur empuk & guling kesayangan enak pisan euy!

Ngopi juga udah, tapi teteup aja ngak semangat
Kudu ngapain ya??
Pemandangan langit sich bagus, bener-bener cerah.
Lamun ngak bisa membuat  happy.

Mungkin kudu ada Bratt Pitt kali??
Jadinya bisa segerrr...

Uahhhh....bosenin nih hari ini...

Berkoleksi Aneka Bunga

Well....finally kesampaian juga memiliki koleksi bunga.

Dulu (beberapa tahun terakhir) aku memang sangat menyukai Tanaman Hias tanpa bunga.
Dan sebelumnya aku suka mengkoleksi bunga yang 1 pohon memiliki 3 warna.

Dannn....kali ini aku membeli aneka tanaman hias dengan bentuknya yang Langsing namun memiliki bunga yang Cantik. Contohnya adalah "Camelia", Gardenia, Kembang Sepatu Hawaii, Oleander, dll.

Angin kencang

Sudah lebih dari satu minggu....
Anginnya begitu kencang ...
Meliuk-liukkan dahan pohon
dan menerbangkan berbagai yang dilintasinya..

Awannya semakin membiru dengan gerombolan putih berarak kencang..

Ngilu & nyeri sekujur tubuhku.
Musim angin kencang....berarti musim batuk & flu..
Mesti makan banyak dan cukup istirahat
Kalau tidak....ohhhh pasti tubuhku akan meradang sakit.

Menjelas Siang....aduhhhh PUANASSNYA Polllll

Thursday, March 15, 2012

Dear Awankoe...

Lega rasanya.
Senang rasanya menjadi seseorang yang bisa mengontrol emosi dengan baik.
Semoga saja kedepannya aku semakin baik.

Aku masih terus berusaha untuk bisa menata hati, pikiran dan ucapanku.
Agar setiap nafas yang berhembus dari dalam diriku, dialiri dengan baik.
Dapat berguna dengan segala kebaikan.

Berat namun aku yakin pasti aku mampu.
Karena ketulusan itu memang sangat mahal harganya.
Kejujuran yang selalu terus kupupuk dalam diriku
Semoga semakin besar kwalitasnya.

Aku beruntung dan sangat bersyukur
Bahwa didalam setiap kegiatan dan aktifitasku
Bahkan disetiap langkah perhatian yang kuberikan untuk semua orang, aku tak pernah ingin mengambil untung ataupun seperti "udang dibalik batu".
Jadi, aku merasakan sangat leluasa dengan semuanya.

Aku selalu mendapatkan senyum ketulusan, kepolosan dan kebahagiaan yang terdalam dari setiap orang yang kujumpai. Sungguh semuanya bagaikan aliran kasih sayang yang tak pernah terhenti.

Aku seperti dibanjiri cinta
Aku seperti disirami dekapan
Dan akupun sangat Nyaman Dengan Keadaanku yang sekarang.

Thanks to the Lord. 

Tuesday, March 13, 2012

Jika kasih sayang itu benar ada, maka kesetiaan itupun dapat terwujud

PART 3

Kembali membuat sesuatu untuk membantu seseorang sahabatku.

Berkutat dengan design.
Mencari Data
Dan mencari sebanyak mungkin informasi yang bisa kudapatkan.
Demi "sesuatu" nilai persahabatan.

Semoga saja niat baikku ini dapat terwujud dan lancar.
Meskipun hasilnya tak dapat bisa dilihat berhasil ataupun gagal.

Aku menaburnya ditahun 2012 dibulan Maret...

Hanya waktu yang dapat menjawab keberhasilanku saat ini...

Thursday, March 8, 2012

Satu Buku Dalam Banyak Cerita

Part : ONE
Awan mendung dengan sangat nyamannya, masih mengelantung diatas sana.
Perlahan...titik hujanpun mulai membasahi wajahku..
Masih dengan terdiam, aku tak bergeming sedikitpun dalam suasana dingin ini.
Aku masih menikmati suasana hening dan menyejukkan tubuhku.


Bayanganku....perlahan mulai mengingat masa lalu hidupku...
Kucoba mengenangnya satu demi satu, dan itupun disepanjang ingatanku
Kadang aku tersenyum, kadang aku tersesak dan akhirnya akupun menanggis.


Airmata yang mengalir diwajahku, tampak samar dengan tetesan hujan
hanya rasa hangat yang terus mengalir dipipiku.
Legaa rasanya, aku seperti dikuliti dengan alam
Pikiran lepas dan terbatas
Begitu hening dan aku nyaman dalam dekapan diriku sendiri.


Andai aku bersayap, aku juga ingin mengepakkan sayapku
Menari didalam hempasan angin kesana kemari
Berliuk-liuk dalam baluran tetesan hujan
dan pastinya, akupun akan berteriak sekencang yang bisa kulakukan.

Tuesday, February 28, 2012

Thanks God!!

Good morning Awanilalangkoe :)
Senang sekali rasanya, ketika hasil karya kita mendapat perhatian.
Meskipun kecil, kayaknya "Thanks" itu sangat-sangat bermakna. Melebihi apapun yang ada.

Well, karena aku memang sosok orang yang ngak terlalu mencari imbalan atas apapun.
But, I get message from someone in this morning, make me feel happy.

Apalagi, karyaku semakin dilihat banyak dari berbagai mancanegara.
Sungguh menjadikan hari ini semakin bersemangat.
Meskipun "awan"ku tidak terlihat cerah, namun tetap membuat hatiku berwarna.

Semakin bersemangat untuk bisa berkarya dengan baik. Dan semakin termotivasi untuk menjadikan segala sesuatunya menjadi sempurna. Dan semoga aku semakin bisa membuat semua orang bahagia.

Salam manis selalu buat AwanIlalangkoe...
S-E-M-A-N-G-A-T

Friday, February 24, 2012

Uber Social bikin Gokil aja

bukan sehari, bukan juga sebulan, tapi sudah beberapa bulan, bahkan beberapa tahun kuamati. Rata-rata yang suka "BBM"an dan Facebookan ngak punya kepedulian disekitarnya. Ngakak sendiri, duduk seenaknya, cengar cengir sendirian, ngak punya telinga bahkan kayaknya  matanya aja susah banget buat menenggok muka orang. uhhh kelakuan yang sangat menyebalkan. Bukan cuman seorang dan dua orang. Tapi hampir semuanya seperti itu. Baik Tua dan Muda, baik Pria maupun wanita.
Yang DEKAT jadi JAUH, dan yang JAUH jadi DEKAT.

Bukan buruk juga, kalau aktivitas tersebut diimbangi dengan kegiatan lainnya.
Tapi, kebayang ngak sich kalau yang suka BBM & FB-an itu sambil NGACA, biar mereka bisa melihat betapa jeleknya tampang mereka disaat itu.

Well, kemajuan technology, tapi tidak diimbangi dengan kemajuan pribadi yang lebih baik.
Jadi sebenarnya yang salah adalah Manusianya sendiri....

Enjoy your life...take your time with people who love you....
KEEP KEBERSAMAAN DIDUNIA NYATA JAUH LEBIH BERMAKNA.

Salam AwanIlalang

Thursday, February 16, 2012

Khalil Gibran

Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
- Khalil Gibran - 

Friday, February 10, 2012

hmmmmm...hahhhhh

Bosannnnn
Besgitulah aku saat ini.

Kebisaanku selalu sibuk, namun disaat tidak ada kerjaan. Membuat aku menjadi cepat bosan.
Seperti hanya menghabiskan waktuku saja.

Yang paling mungkin aku lakukan ya cuman bermain internet.
Membaca semua berita, dari yang sangat menarik, sampai dengan yang ngak berbobot.
Kayaknya ketika situasi kayak gini, semua berita yang ada diinternet begitu lambat di update.

Website mana lagi yang belum aku buka?
Beritanya apa lagi ya yang terbaru?
Mulai dari Business, gossip, property, Politic, Olahraga, Technology ampe semua lagu yang terbaru sudah aku buka websitenya.

Beneran, kalau udah begini rasanya seperti orang yang ngak berguna aja.
Lama-lama bisa cepat tua nih, hehehe

Thursday, February 9, 2012

Ketemu lagi :))

Ketemu lagi dengan Awan Ilalangku.
Setelah sekian lamanya bersemedi, akhirnya bisa Published lagi :))
Senangnya hatikuuuu

Ngak terlalu banyak juga yang ingin aku tulis. Karena belakangan aku sibuk dengan kerjaanku. Ditambah aku juga punya  Blog lainnya.
Ternyata bercerita di Blog, sangat menyenangkan.
Bakat menulisku yang selama ini hanya tersimpan diotakku plus di diary kecilku sudah mulai jarang aku lakukan.

Aku punya sebuah Blog. Yang semuanya adalah Puisi-puisi yang sejak kecil sudah aku buat. Ngak nyangka, ternyata sejak kecil aku puitis juga ya :))

Menarik sekali ketika aku menemukan buku kecilku yang berisi "Tinta Emas Hatiku". Disana, banyak sekali catatan-catatan kecilku.
Yang paling berkesan, ternyata sejak kecil aku memang sudah sangat suka dengan "ilalang".
Karena tulisan-tulisanku banyak sekali bercerita tentang ilalangku.


Pelajaranku hari ini adalah :
"Bukan tujuan akhir yang kita bayangkan. Tapi Prosesnya yang harus dinikmati. Jika awalnya sudah tidak nyaman, sebaiknya jangan dilanjutkan. Karena setiap detailnya itulah yang memperkaya kebahagiaan"
Thanks for sharing!!

Friday, January 20, 2012

Ayam Berkokok

Tiba-tiba saja aku teringat tentang seseorang yang pernah mencantumkan psoting di FB-nya mengenai "Ayam Berkokok".
Aku yakin, disaat itu tulisan tersebut ditujukan untuk aku.

Yang aku lakukan saat itu, cuman tersenyum dan tersenyum. Dalam hatiku saat itu aku bilang "kamu ngak tahu apa-apa, tapi seperti tahu tentang segalanya. Kamu sendiri belum pernah berada disituasi yang sama, jadi mana mungkin kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan. Dan someday, kata-kata ayam berkokok itu akan kamu alami sendiri, dan disitu kamu akan sangat mengerti seperti apa dibilang seperti itu".

Well...2 tahun berlalu. Waktu terasa sangat cepat bergulir.
Tanpa terasa....setelah kepergian seseorang belum genap setahun, ternyata kamu sudah memiliki kekasih baru. Dan ketika berumur 2tahun, kamu sudah resmi memiliki seseorang. Begitu cepatkah menghapus seseorang yang dulunya kamu anggap sangat penting didalam kehidupanmu? Dimana kesetiaan yang selama ini kamu gembar gemborkan? kemana kata-kata yang selalu kamu ungkap "bahwa cintamu ikut pergi dibawa oleh sang kekasihmu". Dan kamupun ingin segera ikut dengannya, karena tak sanggup hidup sendirian tanpa dia sisimu.
Walahhh gombal semua yang kamu tulis.

Lihatlah wajahmu....lihatlah mukamu dengan jelas. Masih mampukah kamu menatap wajahku. Wajah yang selama ini kamu anggap aku ini seorang yang bersalah??? 

Karena aku adalah seorang wanita yang memegang kesetiaan tinggi diatas segalanya. Seandainya aku berada diposisimu, aku takkan pernah menggantikan sosok suamiku yang telah pergi dengan siapapun. Takkan...karena aku sangat mencintainya. Bukan hanya sekedar fisik yang ada, karena jiwanya menjadi jiwaku dan itu adalah satu untuk selamanya.

Masihkah kamu yang disana, mampu memamerkan kemesraan didepan wajahku dengan pria lainnya??

Jadi, sebaiknya jangan pernah "mencubit" hatiku dengan sindiranmu. Karena ketika hatiku menanggis dan tidak menerima atas perlakuanmu kepadaku, disana cepat atau lambat kamu akan merasakan pedih & sakit hati yang lebih luarrr biasa berkali-kali lipatnya dengan apa yang kamu berikan kepadaku.

Wanita yang cantik, bukan dengan memulas wajah aslinya yang jelek menjadi cantik. Tapi semuanya adalah kejujuran dan Harga Diri yang sempurna.

Wednesday, January 18, 2012

Agendaku

Kurajut satu persatu huruf itu.
Dalam agendaku...tak terasa sudah setengah tahun jadwalku terisi penuh dalam agenda itu, meskipun jariku masih bisa menghitung jumlah hari diawal tahun ini.

Masih seperti biasa, kesibukanku.
Dan juga masih terbiasa hal-hal yang menjadi rutinitasku

Awal tahun ini, jujur harus kukatakan. Perasaan bosan dan malas nyaris mengisi 30persen dari limit otakku.
Meskipun aku sudah sangat bersemangat.
Tapi...keadaan Mood sangat-sangat berpengaruh buat hari-hari yang kulalui.

Sampai-sampai, akupun jadi sangat malas untuk melakukan hal2 lainnya.

Belakangan, kebiasaanku membuatkan Blog untuk para sahabatku yang memiliki bisnis. REQUEST-nya semakin banyak. Ditambah dengan permintaan untuk Foto productnya juga. Hehehe meskipun Free or Charge, tapi aku semangat banget.

Selain Awan Ilalang, akupun memiliki satu Blog yang sangat pribadi. Yang nyaris orang ngak akan pernah mengira namanya :))))

Monday, January 2, 2012

Happy New Year 2012

HAPPY NEW YEAR 2012 :)))


Pagi ini diawali dengan segudang pekerjaan kantor.
Meeting bulanan with all Management (Nasional).


Hungry...but my solmet give me 1 box cake :)))
Thank you so much my dear Solmet. You always the best in my life.

Wednesday, December 28, 2011

Better Together

http://www.youtube.com/watch?v=u57d4_b_YgI

cilukkkk baaaa :)))

hehehehe......ngakak doeloe ahhh....
'pa kabar doel???


'begitu selalu ada diotaknya.
lama ngak ada kontak sama sekali....
ehhhh....tiba2 aja kepikirann....
ehhhh beneran khannn...ternyata barusan dia nonggolll
"cilukk baaaa"


Hingar bingarrr....meskipun hujan turunnn....
"Sexy & I know it"

Monday, December 26, 2011

bridge of light...by P!nk

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=adHekBZxhbg#!

When you think
Hope is lost
And giving up
Is all you got,
Blue turns black,
Your confidence is cracked,
There seems no turning back from here

Sometimes there isn't an obvious explanation
While the holiest stars can feel the strongest palpitations

That's when you can build a bridge of light,
That's what turns the wrong so right
That's when you can't give up the fight

That's when love turns nighttime into day,
That's when loneliness goes away,
That's when you gotta be strong tonight,
Only love can build us a bridge of light

On your feet, I made a storm
You're convinced that you're all alone
Look at the stars, it's straight up the dark
You'll find your heart shines like the sun

Let's not let their anger get us lost
And the need to be right cause us way too high costs

That's when love can build a bridge of light
That's what turns the wrong so right
That's when you know it's worth the fight

That's when love turns nighttime into day
That's when loneliness goes away,
That's when you gotta be strong tonight
'cause only love can build us a bridge of light

Deep breath, take it on the chin
But don't forget to let the love back in

That's when love can build a bridge of light
That's what turns the wrong so right
That's when you can't give up the fight

That's when love turns nighttime into day,
That's when loneliness goes away
That's when you gotta be strong tonight
'cause only love can build us a bridge of light

Only love can build us a bridge of light...

Kepergian penulis Lan Fang :25 Dec. 2011

SURABAYA, KOMPAS.com -- Lan Fang, penulis asal Surabaya, Jawa Timur, meninggal dunia, Minggu (25/12/2011) di Singapura. Selama beberapa waktu terakhir, penulis produktif itu menderita sakit.
Pertengahan November 2011, mengeluh sangat lemas. Ia dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. Karena tidak ada perkembangan berarti, ia dibawa ke RS Mount Elizabeth, Singapura. Namun, akhirnya ia berpulang pada Minggu siang.
Lan Fang lahir di Banjarmasin, 5 Maret 1970. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Namun, ia lebih menekuni dunia prosa dibandingkan melakoni karir di bidang hukum.
Ia juga aktif membimbing para pelajar dalam berbagai penulisan kreatif. Secara rutin, ia menularkan kemampuan menulis fiksi kepada pelajar di berbagai sekolah di Surabaya.
Sebagai penulis, Lan Fang menjadi nominee Khatulistiwa Award 2008 untuk novelnya, Lelakon. Cerpen-cerpennya masuk 20 Cerpen Terbaik Indonesia versi Anugrah Sastra Pena Kencana 2008 dan 2009.
Cerita bersambung buah tangan Lan Fang, Ciuman Di Bawah Hujan, dimuat di harian Kompas tahun 2009. Gramedia Pustaka Utama menerbitkannya sebagai novel dengan judul yang sama pada Maret 2010.
Ia juga telah melahirkan berbagai karya, antara lain Reinkarnasi (2003), Pai Yin (2004), Kembang Gunung Purei (2005), Laki-laki Yang Salah (2006), Yang Liu (2006), Perempuan Kembang Jepun(2006), Kota Tanpa Kelamin (2007), dan Lelakon (2007).

CERPEN "Ciuman di Bawah Hujan"

Tato
Sekarang sudah memasuki musim penghujan. Biasanya setiap hari langit akan berwarna abu-abu lalu memuntahkan biji-biji air. Jalanan akan basah, banjir, dan macet terjadi di mana-mana. Aku tidak mengerti kenapa Lin begitu tergila-gila pada sebuah musim yang hanya bisa menjanjikan basah, pikirku sambil memandang kanvas besar di hadapanku.

Aku merasa kanvas besar ini lebih menarik daripada abu-abu yang tergantung di langit. Abu-abu? Hei, mendadak aku merasa perlu untuk menyakinkan kalau langit memang sedang berwarna abu-abu. Aku melemparkan pandangan keluar jendela dan ternyata langit memang sedang abu-abu. Tiba-tiba aku teringat sekujur novel Lin yang terbaru. Ciuman di Bawah Hujan, judulnya. Cukup menarik tetapi kenapa begitu abu-abu?

Lin

Aku mempercepat laju motorku. Angin menabrak dadaku. Aku mengetatkan geraham menahan rasa yang asing. Bukan rasa gigil. Tetapi dadaku seakan terbakar sampai bolong. Padahal aku tidak merokok. Mungkin panaslah yang akan kita rasakan jika terlalu kedinginan. Misalnya, seperti saat kita menggenggam es batu.

Sementara itu wajah langit tampak semakin murung. Aku yakin sebentar lagi pasti turun hujan. Ternyata benar. Mulai ada yang menimpaku setitik demi setitik. Motor pun semakin kupacu. Aku tidak mau basah kuyup di jalanan. Terbayang secangkir teh sepat panas di studio lukis Tato. Pasti hangatnya melegakan dada. Aku pun membayangkan diriku sedang flu kemudian seseorang mengosokkan balsam ke dadaku. Seseorang yang menurut Tato terlalu abu-abu: Rafi.

Tato

Bulan sudah menyembul. Tetapi tidak lama karena jarum-jarum perak telah dicucurkan langit. Curahnya rapat sampai tampak seperti tirai yang selalu patah bila disibakkan.

Aneh, Lin belum datang juga. Padahal Lin paling tidak suka dengan kebiasaan jam karet. Aku sudah tidak sabar hendak menunjukkan lukisanku padanya.

''Merah?!'' seru Lin ketika kuceritakan lukisanku berwarna merah. ''Apakah kau tidak mempunyai pilihan warna lain? Karena aku sudah terlalu akrab dengan merah. Tiang-tiang di kelenteng, tubuh naga, ikan koi, bunga peony, baju baru ketika perayaan Imlek, angpau, lampion, semua itu merah...'' Suaranya terdengar mengambang.

''Tetapi ini merah yang lain, Lin.''

Aku memang tidak melukis semua yang disebut Lin. Tidak ada tiang-tiang kelenteng, tubuh naga, baju merah, angpau atau lampion di atas kanvasku. Yang ada hanya merah. Aku mengambil kuas dan menambahkan merahnya. Aku masih menunggu Lin.

Lin

Tato pasti sedang menungguku. Semoga saja ia tidak kesal karena keterlambatanku. Aku sedang mengalami sedikit masalah di jalan. Hujan membuat jalanan terlalu licin untuk diriku yang sedang ditunggu. Dan entah ke mana sinar bulan. Ups, motorku...

Kemarin Tato memberi tahu tentang lukisannya yang hampir selesai. Lukisan merah yang disiapkannya untuk kami. Maksudku, lukisan merah itu disiapkan Tato untuk pameran lukisannya sekaligus terinspirasi dari novel terbaruku yang berjudul Ciuman di Bawah Hujan.

Tetapi kenapa harus merah?

''Aku ingin warna lain,'' cetusku.

''Abu-abu?'' tanyanya dengan nada yang sangat datar sehingga aku tidak bisa mengartikan apa maksudnya.

Oh, aku tidak mengerti kenapa kami jadi berdebat mengenai warna. Mungkin warna dan segala ronanya bukan masalah bagi pelukis seperti Tato. Setiap hari ia bergumul dengan warna. Tetapi berbicara tentang warna selalu membuatku mulas. Rasanya seperti sedang membicarakan warna bendera partai politik saja. Atau warna kaos kampanye.

Aku jadi teringat kepada seorang rahib Buddha Tantra dari Taiwan. Ia selalu mengibarkan bendera panca warna: merah, biru, hijau, kuning dan putih secara berjajar. Menurutnya, semua kuil-kuil di Taiwan, Tibet, Nepal dan sebagian India, selalu mengibarkan bendera panca warna itu. Dari suara yang ditimbulkan kelepak sayap bendera-bendera itu, kita bisa mendengar kabar berita yang dibawa angin dari seluruh penjuru. Nah, bukankah sebenarnya banyak warna menjadikan hidup lebih kaya?

''Bagaimana kalau cokelat saja? Cokelat rasanya lebih nyaman,'' akhirnya kupilih sebuah warna sebelum mulasku menjadi-jadi. ''Cokelat warna kayu...''

''Juga warna daun layu...,'' potongnya.

Tetapi kenapa tiba-tiba aku semakin merah?

Tato

Curah dari langit semakin bertubi. Tetes-tetesnya seperti berlomba lari dari atap. Kucoba untuk menerka apakah sebenarnya warna hujan? Bening? Lalu bagaimana kebeningan itu harus kulukiskan ke atas kanvas?

''Sinar mata Rafi bening sekali, Tato! Seperti bulan...'' seru Lin. ''Rafi pernah menatapku lama sekali. Aku juga menatapnya. Tahukah kau seperti apa rasanya? Aku seperti dihujani cinta!''

Lalu ia menyanyi dengan suara sumbangnya yang merusak telingaku. Aku ingin menyuruhnya berhenti. Tetapi ternyata lagunya syahdu sekali.

Ni wen wo ai ni you duo shen

Wo ai ni you ji fen

Wo de qing ye zhen

Wo de ai ye zhen

Yue liang dai biao wo de xin

''Itu lagu Teng Lie Chin, Yue Liang Dai Biao Wo De Xin,'' ia menjelaskan tanpa kuminta dengan pipi berhiaskan merah yang menjadi-jadi.

Apalagi ketika ia mengatakan bahwa Rafi seperti Shah Rukh Khan, bintang film India tersohor itu. Dan pujiannya meluncur deras seperti hujan ketika menceritakan Shah Rukh Khan saat mem­bintangi Kuch Kuch Hotta Hai, Kabhi Kushi Kabhie Gham, Asokh sampai Devdas.

Olala, aku tidak menyangka novelis seperti Lin ternyata penggemar film India. Dalam hati, aku mulai bertanya-tanya, sebenarnya Lin sedang jatuh cinta kepada Rafi atau Shah Rukh Khan?

Tetapi kepada siapa pun ia jatuh cinta, rupanya Lin sedang membawa warna merah muda.

Lin

''Kau gila!'' kata Tato saat kukatakan bahwa diriku jatuh cinta kepada Rafi karena ia secokelat Shah Rukh Khan. Menurutnya, aku lebih pantas menggilai Andy Lau, Chow Yun Fa, atau Jet Lee saja.

Tetapi begitulah kenyataannya.

Aku hanya melihat warna cokelat ketika bersisian dengan Rafi. Ia meletakkan lengannya di atas meja sehingga bisa kulihat dengan jelas kuku-kukunya yang cemerlang. Bentuk siku lengannya indah sekali. Dan mataku langsung menyimpan memori tentang warna kulitnya yang tampak seperti es krim cokelat. Begitu menggiurkan.

Saat itu juga kubayangkan bagaimana seandainya jika es krim cokelat yang kujilati itu mencelomoti bibirku. Kira-kira apa yang akan dilakukan Rafi? Apakah ia akan membersihkan celemotan di bibirku itu dengan bibirnya?

Aiiii...Tiba-tiba kurasakan tubuhku terlempar tinggi. Aku berusaha menghentikan tubuhku yang meluncur deras. Tetapi hujan adalah basah yang tidak bisa dicegah.

Kenapa sekarang cokelat berubah menjadi merah? Awalnya merah muda, merah dadu, lalu...bulan menghilang...

Ni wen wo ai ni you duo shen

Wo ai ni you ji fen

Wo de qing bu yi

Wo de qing bu yi

Wo de ai bu bian

Yue liang dai biao wo de xin

Tato

Lin masih belum juga datang sementara hujan semakin deras. Mendadak aku cemas ketika menyadari Lin sama sekali belum mengirim SMS. Apakah Lin tersesat karena sinar bulan menghilang?

Lin

Merah.

Tato

Biji-biji hujan tempias di lantai studio sampai menjadi genangan bercak. Aku terkejut ketika ada butir-butir yang memerciki kanvasku sehingga melembab. Tetapi aku yakin itu bukan karena pulasan kuasku. Angin kian menerbangkan basah.

Aku seperti mendengar suara Lin, ''kalau jatuh cinta itu merah muda, lalu apa warna patah hati?''

Aneh, bukankah seharusnya yang kudengar adalah suara hujan?

Ah, itu dia Lin!

Aku melihatnya sedang berusaha menerabas hujan. Tetapi tetap saja tirai basah itu tidak bisa ditembusnya. Ia menguakkan selapis tetapi sebelum ia keluar dari sana, selapis yang lain sudah menimpanya lagi.

Tubuhnya kuyup. Matanya sayup. Suaranya surup...

Ni wen wo ai ni you duo shen

Wo ai ni you ji fen

Ni qu xiang yi xiang

Ni qu kan yi kan

Yue liang dai biao wo de xin

''Patah hati tidak pernah dilukiskan. Tidak ada yang suka mengalami patah hati. Eh, siapa yang sedang patah hati?'' sahutku sambil berusaha menerka kegilaan apalagi yang akan didongengkan Lin.

''Aku,'' itu suara hujan atau suara Lin?

''Kau?'' aku kian meragukan pendengaranku. ''Kau tidak tampak seperti patah hati. Orang patah hati tidak pernah memberikan pengumuman kalau ia sedang patah hati. Dan hanya perempuan tidak tahu malu yang melakukan itu,'' sahutku sambil berusaha menyakinkan diri bahwa aku sedang berbicara dengan Lin.

''Itu karena aku sudah profesional mengelola rasa patah hatiku. Sama profesionalnya seperti ketika aku jatuh cinta,'' jawabannya membuatku merasa cacat di otaknya semakin sulit untuk disembuhkan.

''Patah hati kepada siapa?''

''Rafi.''

''Shah Rukh Khan itu?!'' aku tersengat. Oh, Lin...

''Bagaimana kalau patah hati dilukiskan dengan warna hijau?'' Ia menyergah tanpa ada rona merah lagi di pipinya. Aku melihatnya bergelombang. Ia ada di balik hujan rapat yang disapu angin.

''Lin, hijau itu untuk daun, untuk rumput, untuk padi, untuk kehidupan...''

Kucoba mencolek sedikit warna hijau untuk menyempurnakan tetes-tetes air di atas kanvas merah.

Untuk Lin. Untuk Rafi. Untuk kehidupan.

Lin

Tato tidak percaya ketika kuceritakan bahwa aku sedang patah hati. Ia bahkan tertawa sambil memelintir rambut gondrongnya yang dikepang kecil-kecil. Ia gembira seperti sedang mendengar kelanjutan novelku untuk memberikan sentuhan akhir pada lukisannya.

''Rafi mencampakkan diriku seperti sampah,'' aku berusaha untuk tidak menangis di hadapan Tato. Aku tidak mau ia melukis warna air mataku.

''Wah, segitu amat? Memangnya kau dihamili Rafi?''

''Masalahnya, justru aku belum dihamili Rafi! Seandainya aku sudah dihamilinya tentu ia tidak akan setega itu,'' tiba-tiba aku tersakiti ketika mengatakan hal itu.

Aku mau mati saja.

Tato

Hijau.

Lin

Aku tidak tahu sekarang terjebak di mana. Yang kutahu, sekujur diriku dibasahi merah. Hei...apa itu yang sedang menetes?

Tato

Aku seperti mendengar Lin sedang menceritakan sebuah episode baru tentang patah hati. Rafi yang digilainya setengah mati itu membuangnya seperti ingus. Aku senang mendengar bagian cerita ini. Setidaknya ini bukan cerita merah muda yang berbunga-bunga lagi.

''Apakah kau sudah yakin kalau sekarang Rafi tidak mencintaimu lagi? Atau dulu kau saja yang terlalu yakin kalau Rafi mencintaimu?'' Aku membutuhkan kepastian Lin untuk menyelesaikan lukisanku. Bukankah sebuah novel pun harus mempunyai akhir?

Tetapi Lin seperti tahu apa yang kupikirkan.

''Sebuah cerita tidak harus diakhiri dengan titik. Sebuah cinta juga tidak harus dipastikan seperti apa.''

''Kalau begitu, kenapa Rafi meninggalkanmu?'' mendadak aku ingin tahu. Bukankah semua sebab selalu menimbulkan akibat. Dan segala akibat selalu didahului oleh sebab.

''Karena Rafi menyamakan perasaanku seperti baju safari. Aku tidak menyangka ternyata ia menghargai perasaanku semurah itu. Jadi sekarang ia sibuk mempertuhankan baju safari dan mempersetankan diriku.''

Astaga! Cerita gilanya yang mana lagi ini?

Aku meyakini bahwa hidup memang penuh pilihan. Seperti aku memilih menjadi pelukis dan Lin memilih menjadi pengarang. Lalu ada yang lain memilih jadi wali kota, gubernur, menteri, presiden atau politisi. Itu pilihan yang sama terhormatnya dengan memilih jadi guru, wartawan, pedagang kelontong, seniman atau petani. Karena manusia harus memilih salah satu di antaranya. Kalau tidak, maka hidup yang menentukan pilihan untuk manusia. Dan manusia harus sama-sama menangis ketika merayakan kegagalan dan keberhasilannya. Kurasa karena alasan itu, Tuhan menciptakan air mata untuk manusia.

Tetapi bagaimana dengan pilihan-pilihan Lin?

Shah Rukh Khan atau Rafi?

Baju safari atau Lin?

Astaga...Pilihan-pilihan model apa itu?

Terus terang saja, aku tidak bisa menakar seberapa berharganya Rafi untuk Lin. Aku juga tidak tahu di sekat sebelah mana Lin menyembunyikan Rafi. Tetapi Lin meratapi Rafi seperti menangisi kecupan hujan untuk bangkai-bangkai bunga yang akan membusuk hari ini. Lin membuatku teringat kata-kata pujangga lama, ''hujan tercipta dari air mata cinta.'' Andaikan saja Rafi mengerti jika air mata Lin begitu mistis, apakah ia masih menyamakan Lin dengan baju safari yang juga banyak digelar di pasar loak?

Uuuffff... tetapi kupikir dalam episode ini ada baiknya juga jika Rafi melepeh Lin. Apa yang bisa diharapkan Rafi dari perempuan yang tidak bisa bangun pagi itu? Tidak ada. Dan aku tahu pasti kalau Lin tidak pandai membuat kopi. Lin cuma bisa menjadi tukang dongeng sambil menggigiti tepi-tepi kukunya. Lin lebih menyerupai tikus betina yang mengerikiti remah-remah makanan. Bukan karena ia kelaparan. Melainkan karena takdir binatang pengerat seperti tikus adalah mengerikiti.

Sssttt... aku tidak sampai hati mengatakannya terus terang pada Lin. Sebab aku melihat setetes sakit menggelinding dari matanya. Dengan cepat dihapusnya sebelum sakit-sakit yang lain susul-menyusul rontok dari sana. Diam-diam, aku sempat melihat apa warnanya.

Lin

Aku ingin menyakinkan Tato bahwa yang kukatakan padanya adalah sebuah kejujuran. Bukan sekadar cerita karanganku. Maka kukibaskan seluruh basahku sampai Tato terkejut ketika melihat sebagian kanvasnya terciprati olehku.

Ada bercak hijau di atas merah seperti hujan di atas ciuman.

Qing qing de yi ge wen

Yi jing da dong wo de xin

Shen shen de yi duan qing

Jiao wo si nian dao ru jin

''Lin...apakah kita berpakaian atau tidak saat berciuman di bawah hujan?'' Aku tak akan pernah bisa melupakan suara Rafi. Suaranya kuingat baik dalam keadaan bangun, tidur, atau mimpi. Karena kalaupun saat ini aku sekarat, hanya suara Rafi yang bisa memanggilku hidup kembali. ***

(Hidup bukan perjuangan menghadapi badai. Tetapi bagaimana agar tetap bisa menari di tengah hujan.)

*) Lan Fang , tinggal di Surabaya. 
Sumber Jawa Pos