Showing posts with label My Diary. Show all posts
Showing posts with label My Diary. Show all posts

Wednesday, April 12, 2017

TIDAK PUNYA PAYUNG ANAK AKAN BERUSAHA BERLARI !


Judul diatas memiliki makna yang mendalam.
Buat my lovely kids, semoga menjadi perenungan cerita dibawah ini.

Pada saat ayahnya menarik napas panjang dan dengan tangan bergetar menyerahkan uang sebanyak 4.533 dolar yang dipinjam dari orang lain ke tangannya, ia memahami dengan jelas kalau setelah membayar 4.100 dolar untuk biaya kuliah dan biaya serba serbi lainnya, maka dalam semester ini hanya tersisa 433 dolar untuk biaya hidupnya.
Tapi ia juga sangat jelas kalau ayahnya yang berusia lanjut telah berusaha dengan segenap kemampuan dan tidak bisa lagi memberinya lebih.

“Ayah, engkau tidak usah khawatir, saya masih memiliki sepasang tangan dan sepasang kaki untuk dipergunakan.”

Dengan menahan sedih, ia berusaha tersenyum untuk menghibur ayahnya, setelah itu ia membalikkan badan dan berjalan menuju jalan gunung yang berkelok itu.

Pada saat membalikkan badan, air matanya pun mengalir turun.
Dengan mengenakan sepasang sepatu karet yang masih setengah baru, ia menempuh perjalanan melintasi gunung sepanjang akhir 180 kilometer dan selanjutnya menghabiskan 68 dolar untuk naik bus, sampai akhirnya ia tiba di universitas yang menjadi impiannya.

Setibanya di kampus, setelah dikurangi ongkos bus dan biaya kuliah, di tangannya hanya tersisa 365 dolar.  Untuk kuliah selama 5 bulan dan hanya memiliki 365 dolar di tangan, entah harus bagaimana mempergunakannya agar bisa cukup untuk melalui semester ini?

Ia memandang pada teman-teman sekampus yang berlalu lalang dengan MP3 player tergantung di leher atau mengenakan pakaian branded, ketika mereka tersenyum dan menyapanya, ia juga membalas dengan senyuman, hanya saja tiada seorang pun yang tahu kalau hatinya sedang menangis sedih.

Makan hanya dua kali sehari, setiap kali makan diusahakan di bawah 2 Dolar, ini adalah standar pengeluaran yang ditetapkannya sendiri.
Tapi meski pun demikian, uangnya tetap saja tidak bisa dipertahankan sampai akhir semester.

Setelah dipikirkan bolak balik, akhirnya ia nekat pergi ke satu toko handphone untuk membeli satu handphone bekas seharga 150 dolar, handphone yang selain bisa untuk berbicara, hanya bisa untuk SMS.

Keesokan harinya, pada setiap papan pengumuman di kampus tertempel lembar demi lembar kertas iklan mini:

"Apakah anda membutuhkan jasa pelayanan titipan? Jika anda tidak ingin keluar sendiri untuk membeli nasi, air minum, membayar tagihan telpon, atau lainnya, silahkan anda hubungi nomor handphone saya dan saya akan memberikan jasa pelayanan yang anda butuhkan dalam waktu sesingkat mungkin. Ongkos jasa pelayanan dalam kampus adalah setiap kali 1 dolar, di luar lingkungan kampus adalah setiap kali 2 dolar".

Begitu iklan mininya keluar, handphonenya boleh dibilang tidak pernah berhenti berdering.

Seorang mahasiswa tingkat empat pada Fakultas Seni merupakan pelanggannya yang pertama: “Aku ini sangat malas, pagi-pagi malas untuk keluar beli sarapan. Tolong engkau belikan.”
“OK! Jam 7 pagi setiap harinya akan saya antarkan tepat waktu ke kamar asrama anda.”
Ia dengan penuh semangat mencatat order pertamanya, kemudian ada seorang mahasiswa lagi yang mengirimkan SMS: “Bisakah engkau belikan sepasang sandal ke kamar 504? Sandalnya nomor 41, harus yang anti bau.

Ia adalah seorang pemuda yang cerdas .
Kuliah tidak seberapa lama, ia menemukan sebuah fenomena menarik: di dalam kampus, terutama mahasiswa tingkat tiga dan tingkat empat, orang yang lebih suka tinggal di dalam kamar saja, semakin lama semakin banyak. Mereka lebih suka berdiam di kamar seharian untuk membaca buku dan bermain komputer, bahkan untuk makan saja malas untuk turun dari asrama mereka.

Sedangkan dirinya dibesarkan di daerah pegunungan, jalan yang tidak rata telah melatih sepasang kakinya menjadi sangat ligat. Ia sanggup naik sampai ke lantai lima atau lantai enam dalam sekejap mata.

Pada suatu sore, salah seorang mahasiswa menelpon untuk membelikan satu porsi makanan cepat saji seharga 15 dolar di restoran cepat saji di luar kampus.

Setelah menutup telpon, ia segera pergi membelinya. Bolak-balik tidak sampai 10 menit.
Ini sungguh terlalu cepat! Mahasiswa tersebut segera memberikan 20 dolar kepadanya.
Tapi ia mengembalikan 3 dolar, sebab ongkos yang ditetapkannya adalah 2 dolar untuk pelayanan luar kampus. Ia berprinsip kalau dalam berbisnis, biar pun jumlah uangnya sedikit, tetap harus menjaga kepercayaan orang.

Kemudian, berbekal efisiensi waktu dan kepercayaan yang diperolehnya, maka asalkan ada kamar di setiap asrama yang membutuhkan pelayanan pembelian barang, pasti akan teringat kepadanya.
Bisnis yang sedemikian bagus sungguh di luar perkiraannya. 

Kadang kala sehabis kuliah, begitu menghidupkan handphone, segera terbaca begitu banyak SMS untuk meminta berbagai macam pelayanan.

Pada suatu sore ketika hujan turun dengan derasnya, handphonenya berdering, adalah seorang gadis yang mengirimkan SMS.

Gadis itu menyampaikan kalau ia membutuhkan sebuah payung, lebih cepat lebih baik. Menerima informasi tersebut, dalam sekejap ia sudah berlari dalam hujan.

Sampai ketika dirinya yang basah kuyup menyerahkan payung ke tangan gadis itu, gadis itu sangat terharu dan tanpa bisa menahan diri langsung memeluknya dengan hangat!
Ini adalah kali pertama dirinya menerima pelukan dari seorang gadis. Ia terus mengucapkan terima kasih tanpa bisa menghentikan air matanya yang mengalir deras .......
Seiring dengan semakin tenar namanya, bisnis pun semakin baik, asalkan ada kebutuhan pelanggan, ia selalu memberikan layanan tercepat dan paling berkualitas.
Bagaikan hanya sekejap mata saja, semester pertama ternyata terus berjalan dan sudah sampai pada akhirnya.

Ketika pulang kampung pada liburan musim dingin, ia menemukan ayahnya masih khawatir untuk biaya kuliahnya, ia lalu mengeluarkan 1.000 dolar dan menyerahkannya ke tangan ayahnya: “Ayah! Meski pun anda tidak memberikan pada saya sebuah keluarga yang kaya, tetapi anda telah memberikan pada saya sepasang kaki yang sangat pandai berlari. Dengan sepasang kaki ini, saya pasti mampu ‘berlari’ sampai tamat kuliah dan mendapatkan sebuah nama besar!”

Sehabis Tahun Baru, ia tidak lagi bertempur seorang diri, tetapi sudah merekrut beberapa orang teman yang berasal dari keluarga miskin sebagai pembantu untuk melayani pelanggan di seluruh kampus, bahkan luar kampus.

Lingkup pelayanannya juga semakin luas, perlahan-lahan berkembang dari hanya barang kebutuhan sehari-hari sampai mencakup suku cadang komputer dan produk elektronik.
Sehabis semester ini, ia tidak hanya membeli komputer, juga telah memiliki basis pelanggan yang besar di internet, bahkan diangkat sebagai agen di dalam kampusnya oleh salah satu shopping centre besar.

Lari, lari, ia terus berlari, ia berlari sepanjang jalan sampai mencapai kesuksesan. 
Ia mengatakan bahwa selama empat tahun kuliah, ia bukan hanya hendak menamatkan perguruan tinggi dengan nilai yang baik, juga hendak menghasilkan “pot emas pertama” untuk modal bisnis di masa mendatang.

Ia menetapkan target “pot emas pertama” pada angka 500.000 dolar. Namanya pemuda ini adalah  Namanya adalah He Jia-nan, seorang anak yang berasal dari daerah pegunungan Daxin anling, ia berlari dari daerah pedalaman sampai ke tingkat ke-3 di Normal University Propinsi Heilongjiang.

Walau pun sekarang sudah menjadi distributor dalam kampus, tetapi dirinya tetap seperti semula, masih saja sederhana dan pekerja keras, tetap menghantarkan secangkir air bagi pelanggan demi mendapatkan ongkos 1 dolar, tetap saja seorang pemuda yang berlari kencang bagaikan hembusan angin!

Jika pemuda tadi adalah anda, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan seperti pemuda dalam kisah tadi atau menyalahkan orangtua dan masyarakat atas nasib anda?

Thursday, February 26, 2015

My Diary

Beberapa minggu terakhir, keinginan untuk menuliskan semua cerita hidupku serasa begitu kuat.
Kenapa aku berkeinginan sekali menorehkan jari-jari kecilku untuk menuliskan semua perjalanan hari-hariku? entahlah..aku sendiripun tak berbatas untuk mengetahuinya.

Tidak ada satupun anak manusia didunia ini yang menginginkan untuk dilahirkan dari keluarga tertentu.
Dan tidak satupun manusia didunia ini yang dapat memilih jalan hidupnya untuk berjalan dengan mulus sesuai dengan harapan dan mimpinya.
Semuanya, semua manusia didunia ini, hanya dapat melaluinya dengan  berusaha keras dan dapat mengabaikan setiap titik kehidupan yang akan dilaluinya.

Begitupun dengan aku.
Kenapa harus aku?
Begitulah selalu pertanyaan itu selalu dan selalu muncul dikepalaku.
Kenapa sejak kecil, aku selalu dan selalu melalui semuanya dengan titik airmata. Sekalipun aku selalu berusaha keras, agar airmata itu tak pernah terlihat oleh siapapun.

Ketika aku masih sangat kecil, aku berpikir "jika kelak aku .

Penghujung tahun 2014

Akhirnya...akupun menulis kembali....
Setelah sekian bulan lamanya aku tak mengisi Awan Ilalang-koe.

Tulisan diakhir December 2014, sebagai hitungan hari & jam dipenghujung tahun 2014, merupakan rangkaian cerita kehidupan yang akan menjadi summary cerita ceritaku.

January 2014: Adalah awal tahun dimana aku merangkaikan semua keinginan baik didalam setiap detik kehidupanku. Aku berdoa dan berpasrah hanya kepada Tuhanku, agar kehidupanku, keluargaku menjadi semakin damai dan bahagia.

February 2014: Dimana aku mulai disibukkan dengan kegiatan keagamaaku menjadi panitia Tahbisan Uskup. Mulai dari rapat kecil hingga terlaksananya Tahbisan tersebut. Dan jujur ini adalah pengalaman pertamaku yang paling besar.

March 2014: Aku kembai terlibat menjadi Panitia Paskah di gerejaku. Rapat & rapat, hingga pelaksanaanya hari H-nya. mengingat prosesi Paskah adalah hari yang panjang...Puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar...

April 2014 : Menjelang Paskah & implementationnya. Plus sekali lagi aku terlibah didalam 2 kepanitiaan. Dimana yang satunya lagi aku membuat Graduation for my Son. Kesibukkan membuat Year Book, Acara.

May 2014: Aku disibukkan dengan Kompilasi foto-foto & juga rapat plus editing...rata rata aku bisa tidur diatas jam 01.00 dan terbangun kembali jam 04.00 untuk kembali bekerja.

June 2014 : Waktu Graduation semakin dekat. Aku semakin habis waktunya untuk editing foto, Memotret anak anak setiap moment, membuat video. Dan tentunya aku semakin panikkkkk. Ditambah aku juga masih harus mengurus kegiatan perpisahan anak-anak  :) :) :) ajaibbb...serasa ngak punya Me Time :)

July 2014 : Bersyukur graduation berjalan lancar. Acara sukses keras..dan yang paling membahagiakan dan membanggakan my son terbaik :) Thanks God :)
Sebagai bayarannya mengantikan superrr kesibukanku...aku pun berliburrr....hmmmm akhirnya...

August 2014 : Tuhan semakin sayang kepadaku. Puji Syukur yang tak terhingga hanya kepadaMu.

September 2014: 

CREED - MY SACRIFICE

Hello my friend
We meet again
It's been a while
Where should we begin?
Feels like forever
Within my heart
Are memories
Of perfect love that
You gave to me
Oh, I remember
When you are with me
I'm free, I'm careless
I believe
Above all the others
We'll fly
This brings tears
To my eyes
My sacrifice

We've seen our share
Of ups and downs
Oh, how quickly life
Can turn around
In an instant
It feels so good to reunite
Within yourself and
Within your mind
Let's find peace there

'Cause when you are
With me
I'm free, I'm careless
I believe
Above all the others
We'll fly
This brings tears
To my eyes
My sacrifice

I just want to
Say hello again
I just want to
Say hello again

When you are with me
I'm free, I'm careless
I believe
Above all the others
We'll fly
This brings tears
To my eyes

'Cause when you are
With me
I'm free, I'm careless
I believe
Above all the others
We'll fly
This brings tears
To my eyes
My sacrifice
My sacrifice

(I just want to
Say hello again)
I just want to
Say hello again

My sacrifice

METALLICA - UNFORGIVEN

Yeahhh....Salam Metal :)

New blood joins this earth
And quickly he's subdued
Through constant pained disgrace
The young boy learns their rules

With time the child draws in
This whipping boy done wrong
Deprived of all his thoughts
The young man strugggles on and on he's known
A vow unto his own
That never from this day
His will they'll take away
Chorus

What I've felt
What I've known
Never shined through in what I've shown
Never be
Never see
Won't see what might have been
What I've felt
What I've known
Never shined through in what I've shown
Never free
Never me
So I dubb thee UNFORGIVEN

They dedicate their lives
To running all of his
He tries to please then all
This bitter man he is
Throughout his life the same
He's battled constantly
This fight he cannot win
A tired man they see no longer cares
The old man then prepares
To die regretfully
That old man here is me
Chorus


You labeled me
I'll label you
So I dubb thee UNFORGIVEN

CREED - ONE LAST BREATH

NOW....I'M SINGING THIS SONG :

Please come now, I think I’m falling
I’m holding on to all I think is safe
It seems I found the road to nowhere
And I’m trying to escape
I yelled back when I heard thunder
But I’m down to one last breath
And with it let me say
Let me say

Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking
Maybe six feet
Ain’t so far down

I’m looking down now that it’s over
Reflecting on all of my mistakes
I thought I found the road to somewhere
Somewhere in His grace
I cried out, heaven save me
But I’m down to one last breath
And with it let me say
Let me say

Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking
Maybe six feet
Ain’t so far down

Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking
Maybe six feet
Ain’t so far down
I'm so far down

Sad eyes follow me
But I still believe there’s something left for me
So please come stay with me
‘Cause I still believe there’s something left for you and me
For you and me
For you and me

Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking

Hold me now
I'm six feet from the edge and i'm thinking
Maybe six feet
Ain't so far down

Hold me now
I'm six feet from the edge and i'm thinking
Maybe six feet
Ain't so far down

Please come now, I think I’m falling
I’m holding on to all I think is safe