Wow....
Super rasanya....
Begitulah kira-kira perasaan hati detik-detik menjelang pertemuan kecil dengan sahabat kecilku yang nyaris 20 tahun tidak pernah bertemu.
Lucu...
Karena ketika berhadapan dengan mereka.
Otakku langsung berputar, mengingat "kira2 siapa ya ini? kelas berapa dulunya?"
Tentunya dengan sedikit kasak kusuk...aku mencoba bertanya kepada sahabatku yang lainnya.
"ssttt...dia siapa ya???"
Wakakak...pas diingat-ingat...."yaaa ampunnnnnnnnn dia khannnnn???
langsung meluber & mencair ketegangannya...karena pas tahu siapa dia...
Anehnya...awalnya pada jaim...
but, lama-lama, langsung dehhhhh gila semuanya...
Ngakak sana sini...
Ngobrol sana sini..
Sampai ngak sadar sama situasi & kondisi
Yaaa ampun..koq waktu terasa sangat cepat berlalu.....
Thursday, August 18, 2011
Wednesday, August 10, 2011
Ingin kutidur dengan lelap
Ketika perasaan Jenuh, Lelah dan Sedih.
Ingin sekali aku tertidur dengan sangat lelap...
Aku ingin...
Disaat aku terbangun....
Semua pengalaman dan problem hidupku..
Hanya sebuah mimpi.
Dan akupun...

Dengan perasaan baru...melangkah maju
seakan semua ikatan perasaan yang tak menentu
Terlepas dalam hidupku.
Tertidur sejenak
Dan terbangun dengan bahagia.
Sebagai seorang Manusia Baru yang Sempurna.
Wednesday, August 3, 2011
Doa Mohon Kesabaran
Tuhan, ajarilah aku untuk bersabar
dengan hidup, dengan orang-orang, dengan diriku sendiri.
Aku terlalu berupaya mempercepat segala sesuatunya,
dan aku mendesak hasil sebelum waktunya tepat.
Ajarilah aku untuk mengandalkan waktu-Mu daripada waktuku sendiri,
dan menyerahkan kehendakku pada rancangan-rancangan-Mu yang terlebih besar dan bijaksana.
Tolonglah aku untuk membiarkan hidup tersingkap perlahan,
bagai kuncup mawar kecil yang mahkota-mahkotanya terbuka sedikit demi sedikit.
Jika aku memaksanya segera mekar dengan menarik mahkota-mahkotanya,
aku akan merusakkan kuncup dan segala keindahan yang tersimpan di dalamnya.
Sebaliknya, ajarilah aku untuk menantikan bunga mekar dalam waktunya sendiri.
Aku akan menghargai setiap tahap kemekarannya,
hingga ia menjadi mawar nan indah yang keharumannya memenuhi kediamanku berhari-hari.
Setiap saat dan tingkat perkembangan mengandung suatu keindahan yang unik.
Ajarilah aku untuk cukup bersabar demi menghargai hidup.
Ajarilah aku kesabaran seperti yang diperlihatkan Maria sementara ia menanti
melewati tahun-tahun, sepenuhnya menjalani janji fiatnya,
“Jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Kutipan Renungan Roma 2:8
Renunganku:
Pada akhir hidup kita dibumi kita akan berdiri dihadapan Tuhan dan Tuhan akan membandingkan seberapa banyak waktu & energi yang kita habiskan untuk diri kita sendiri dibandingkan dengan seberapa banyak yang kita investasikan dalam melayani orang lain.
"Tetapi orang-orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau taat kepada Allah, melainkan mengikuti yang jahat, orang itu akan sangat dimurkai Allah." (Roma 2:8).
*Have a blessed Sunday n Selamat Melayani. JBUs all. Amen*
Talenta & Karunia
Renunganku:
Tiap kali Anda menggunakn talenta & karunia Anda untuk membantu orang lain, Anda sudah melakukan pekerjaan pelayanan sesuai panggiln Anda.
Panggilan Anda untuk keselamatan termasuk panggilan Anda untuk pelayanan.Keduanya adalah sama.Apapun pekerjaan or karier yang Anda jalani, Anda dipanggil untuk melakukan pelayanan sebagai orang percaya. *have a blessed Friday Guys.. JLUs all. Amen*
Arti seorang Ibu???
Apa sich sebenarnya arti seorang Ibu untuk anaknya?
Katanya, cinta seorang Ibu kepada anaknya sepanjang hidupnya. Tidak akan pernah luntur & padam walaupun badai menghujamnya.
Pernahkan kita sebagai seorang anak, membayangkan jika orang yang kita sayangi khususnya Ibu kita sendiri akan terus menyakiti kita disepanjang hidup anaknya? Sekalipun anaknya tersebut sudah memiliki anak lagi?
Memang, kita terlahir dari rahim seorang Ibu. Dan tentunya semua wanita yang melahirkan itu akan merasakan penderitaan dan perjuangan yang berat disaat melahirkan bayinya. Tapi, itu bukanlah yang diinginkan oleh anak tersebut.
Anak terlahir memang berkat dari Tuhan yang diberikan oleh kedua suami isteri ataupun sebuah keluarga. Bukan atas keinginan dan kemauan ataupun pilihan anak itu sendiri, untuk memilih siapa Ibu & Ayahnya.
Dan bukan berarti juga, seorang anak dijadikan kambing hitam ataupun dijadikan penindasan oleh Ibunya sendiri dengan semena-mena.
Seorang anak yang lahir. Hanya sebagai fisik adalah milih keluarganya. Tapi secara HAK & JIWAnya adalah hak penuh seorang anak.
Seorang manusia yang terlahir didunia ini, memiliki Pilihan Hidupnya sendiri. Yang terpenting manusia itu memiliki tanggungjawab atas pilihannya sendiri. Dan berusaha semaksimal mungkin hidup dengan sangat baik.
Sangat wajar, jika seorang manusia memiliki kesalahan dalam mengambil sebuah keputusan. Tapi yang terpenting, manusia tersebut mau memperbaiki dan tidak akan mengulanginya kembali.
Saturday, July 23, 2011
After the Rain...
Dengan saat tertatih
Sayap-sayap kecil itu berusaha menembus derasnya air hujan.
Siang ini...hujan turun tanpa pemberitahuan...
Awan biru sontak berganti hitam
Udara yang panas, sekejap menjadi hembusan angin kencang
Sekelompok burung-burung kecil...
Saling berlomba mencari tempat berteduh yang aman.
Awan hitampun berlalu....
Dan kini...awan biru kembali ke tahtanya...
Dan senyum kelegaan hatiku kembali muncul...
Betapa aku sangat menyukai udara ini.
Angin setelah hujan turun
Samar menatap sisa air hujan yang masih menetes di jendela kacaku
Mencoba menerka, kemana gerangan burung-burung kecilku bersinggah?
Friday, July 22, 2011
Think !!!
Kadang kita harus punya waktu untuk diri kita sendiri.
Memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk kedepannya.
Dan BERPIKIR adalah langkah yang sangat tepat, sebelum memulai sesuatu.
Dan banyak pula strategy yang kita harus susun, agar setiap langkah lebih mudah dan terarah.
"It is always with full commitment, with all your heart"
Berpikirlah sebelum bertindak. Begitupun lebih tepat. Tapi jangan pula terlalu lama berpikir tanpa segera mengambil keputusan. so...take your time.
"WHATEVER YOU THINK, THINK THE OPPOSITE"
"WHATEVER YOU THINK, THINK THE OPPOSITE"
Wednesday, July 20, 2011
Smile :)
Wow...dunia rasanya indah. Jika kita berbagi senyum. Meskipun hanya satu detik saja.
Maknanya begitu besar. Dan yang kita dapatkan juga sangat membuat bathin kita ikut tersenyum.
Begitu banyak aku melihat wajah-wajah bahagia & ketulusan. Disaat aku melemparkan senyuman.
Meskipun aku tahu pasti, orang yang mendapat hadiah senyum dari aku, bukanlah orang yang aku kenal. But....I'm really happy for "my smile".
Contoh saja:
Mungkin tanpa kita sadari, seorang supir Truk yang sudah melaju mengendari truknya selama berhari-hari dari Luar Kota. Yang tentunya begitu penat dengan kemacetan disepanjang perjalanannya. Ketika tiba disatu lokasi tujuannya, dia masih harus dibuat sabar untuk menunggu barang yang dibawanya untuk masuk daftar antri bongkar. Pastinya, bukan hanya kelelahan fisik namun juga secara materi, waktu dan juga jiwa. Seringkali tanpa aku sadari, aku ketika berpapasan dengan mereka, langsung menyapa "sudah makan pak?" ataupun hanya sekedar menggangguk dan tersenyum.
Well....ternyata senyumku mampu membuat segurat wajah yang sudah lelah itu, kembali tersenyum semangat.
Semoga saja, semakin banyak orang yang melakukan gerakan senyum. Sekalipun kondisi hati kita tak sedang tersenyum.Senyum....senyum...ohhh senyum :) sekalipun aku punya gigi tidak seindah iklan Pasta Gigi :)
Like a me "Si Gingsul dengan senyum manisnya" :)
Like a me "Si Gingsul dengan senyum manisnya" :)
Friday, July 15, 2011
Jari-Jari Kecilku
Hehehe....
Ternyata, jari-jari kecilku cukup lincah menuliskan setiap kata dan kalimat yang ada diotakku.
Dan jari-jari kecilku pun mampu membuat sebuah hidangan masakan yang cukup lezat :))
Dan jari-jari kecilku, mampu membuat aku khawatir.
Karena skin yang kumiliki tidak lagi seindah dulu :((
Tapi...untuk jari-jari kecilku..
Kuucapkan terima kasih....
Berkatmu...hatiku menjadi lega...dengan selalu menemaniku dikeheningan hari.
Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole
Soren (Jim Sturgess), a young barn owl, lives peacefully in the forest of Tyto with his family; his father, Noctus (Hugo Weaving); his mother, Marella (Essie Davis); his older brother, Kludd (Ryan Kwanten), his younger sister, Eglantine (Adrienne DeFaria) and Ms. P the family's nest maid. Soren enjoys hearing stories of the Guardians of Ga'Hoole, a mythical group of warrior owls, who once saved all owlkind from the evil "Pure Ones" in a great battle in which the Guardians' leader, Lyze of Kiel, defeated the Pure Ones' leader Metal Beak. Kludd, however, thinks Soren soft-headed for believing in such stories. One night, while branching, a jealous Kludd pushes Soren and loses his balance in the process, and they both fall to the ground below. They are attacked by a Tasmanian devil but are saved , and also kidnapped by a pair of long-eared owls named Jatt (Leigh Whannell) and Jutt (Angus Sampson).
They are taken to St. Aegolious, a dark and forbidden canyon, home to the Pure Ones, where Soren meets an elf owl named Gylfie (Emily Barclay) and her captor, a boreal owl named Grimble (Hugo Weaving). Nyra (Helen Mirren), second-in-command of the Pure Ones and the mate of Metal Beak, claims that the owlets now work for the Pure Ones as slaves. Soren and Gylfie protest, and are sent to be pickers, along with most of the captive owls. Kludd denies his brother, and goes away to be a soldier with other selected owls. They are tutored by Nyra in the ways of the Pure Ones, who believe that Tyto owls (barn owls and their relatives) are the strongest owls and that, because of this, they have the right to rule the owl kingdoms. The other captured owls are forced to sleep under the full moon. Gylfie informs Soren that this will cause "moon-blinking", a trancelike state in which owls lose all sense of will and individuality. Soren and Gylfie manage to stay awake, which means that they are not moon-blinked. They are brought to a large cavern to pick through owl pellets for small metal flecks. Soren discovers that the flecks en masse cause weakening pain in owls, when he is ordered to deliver a fleck to the bag they are kept in. Metal Beak (Joel Edgerton) and an unknown owl making a bargain in which the unknown owl will receive a portion of the owl kingdoms and the Tree in return for laying a trap for the Pure Ones' enemies, the Guardians of Ga'Hoole. Grimble secretly takes Soren and Gylfie to his library, where he reveals that he is not truly a Pure One. He also tells the two owlets that his family was captured by the Pure Ones and forced into their service. He teaches Soren and Gylfie to fly, so they can warn the Guardians of the Pure Ones' plans.
Kludd has become a strong soldier, and his promise prompts Nyra to ask him about Soren's similar potential. Hoping to recruit him, the Pure Ones go to the library, only to find Grimble teching Soren and Gylfie to fly. Nyra attacks Grimble, Soren and Gylfie. Kludd joins the fray on Nyra's side, ignoring Soren's pleas. Grimble sacrifices himself to hold them back, and Soren and Gylfie just barely escape to begin their quest. On their journeys, they meet aburrowing owl named Digger (David Wenham); a Great Grey owl named Twilight (Anthony LaPaglia); and Soren's old nestmaid, a snake named Mrs. P (Miriam Margolyes). They join Soren with the promise of leading him to the Sea of Hoolemere, the location of the Great Tree and the home of the Guardians.
Soren and his allies are mobbed by crows on the way to the Sea and they nearly lose Twilight's lute, in which Mrs. P is riding. The battle brings them to the shore of the Sea of Hoolemere and the home of an echidna mystic (Barry Otto). The crows deliberately led them to the meeting so that the Echidna could give them their bearings to the Great Tree. Far out over the ocean the group encounters a fierce hurricane, and Digger falls towards the sea. Soren dives to save him, only to find Digger being rescued by an enormous snowy owl with an armored mask - a Guardian of Ga'hoole. The Guardian leads Soren and his friends through the storm to the Great Tree. Digger's saviors are Boron and Barran, the king and the queen of the Tree. The king and queen, as well as the ranking officers of Ga'hoole, hear Soren's tale. The search-and-rescue squadron leader, a great grey owl named Allomere (Sam Neill), expresses doubts about Soren's story. But battle-scarred whiskered screech owl Ezylryb (Geoffrey Rush) defends Soren. Boron decides to send a scouting party, led by Allomere, to St. Aegolious.
Soren, Gylfie, Twilight, and Digger begin their training in the different trades of the Tree. During one lesson, Ezylryb takes them out to learn how to "really fly," using a powerful storm to teach the young owls how to use the wind currents instead of fighting them. Soren briefly masters the technique of flying by instinct, only to lose control and to be saved by Ezylryb. After the lesson, Soren converses with Ezylryb in his hollow tree and learns that Ezylryb is, in fact, Lyze of Kiel. Soren is disillusioned with the seemingly heroic stories when he sees his hero's disfigurements and hears that the battle in the stories wasn't as heroic as he thought.
Allomere returns without his scouts. He tells King Boron that they were ambushed; that the scouts were killed; and that he barely managed to return with two moon-blinked owlets. One of the moon-blinked owlets is Eglantine, who was kidnapped by Kludd. Outraged, the Guardians go to war. At the urging of Ezlyryb, Soren reluctantly stays to tend to Eglantine. She soon awakes, but with shocking news: she wasn't rescued, but given to Allomere by Kludd. Allomere is revealed to be a traitor, and Soren and his friends rush to the Guardians' aid. When the Guardians arrive at St. Aegolious, they are drawn into a trap. Allomere peels off at the last moment and the Pure Ones unleash the power of the flecks against the Guardians, leaving the owls helpless on the ground. Soren and his friends arrive minutes too late, just as Metal Beak and Nyra send the bats to finish off the defenseless Guardians. Soren sends Twilight, Digger and Gylfie to hold back the bats. He plunges into the burning forest fire, carrying an oil lamp that becomes engulfed in flames after flying through the fire. The band's arrival causes Metal Beak to distrust Allomere. Believing that he has been betrayed, Metal Beak orders a group of bats to viciously kill Allomere.
Soren plunges into the flecks' magnetic field to drop the flaming oil lamp on the mechanism which holds open the lids over the flecks. The fire spreads across the machine and burns through the ropes. The lids slam down, freeing the Guardians. With his plan disrupted, Metal Beak orders the Pure Ones to fight the Guardians. Ezylryb and Metal Beak square off, as do Soren and Kludd. Their fight leads to them ending up in the burning forest. Soren tries to talk some sense into Kludd, who tells his younger brother that the Pure Ones believed in him when no one else did. He attacks Soren with renewed vigor, sending them both tumbling over a fallen tree and causing Kludd to break a wing. He convinces Soren to save him, only to attempt to pull his younger brother into the flames. Soren dodges the attack, and Kludd falls into the flames instead. Soren sees that Ezylryb, Metal Beak, and Nyra are engaged in fierce combat. Filled with rage, he snaps off a burning branch and flies off to help Ezylryb. He takes Metal Beak by surprise, arriving in time to save Ezylryb. Metal Beak easily overpowers Soren and throws his branch away. Soren regains his weapon, just as Metal Beak moves in for the kill. Metal Beak impales himself on the branch, and Nyra retreats with the remaining Pure Ones. Soren and his friends return to the Great Tree with the owlets, and Soren is greeted by Eglantine and his parents. Soren, Gylfie, Twilight, and Digger are made Guardians of Ga'Hoole.
In the epilogue, Soren reveals that Kludd's body was never found and Nyra is still out there with a contingent of Pure Ones. Kludd is then shown to be alive, now with the glowing red eyes of the other Pure Ones. He walks around and stares down at Metal Beak's body and mask, hinting at a sequel with Kludd as the new Metal Beak. After being interrupted by an owlet, Soren states he doesn't want to give him "daymares". Ezylyryb insists on taking flight into another storm, and they all fly toawrds the sea.
Tujuan Hidup
Seringkali kita mendengar pertanyaan "apa sich tujuan hidup kamu???"
Biasanya ada yang spontan menjawab "ingin hidup lebih baik!"
Kadang ada yang menjawab "ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya"
Dan juga seringkali kita dengar "ingin membahagiakan kedua orang tua kita"
Well....apapun tujuan hidup seseorang. Semuanya tak lepas dari kata "usaha".
Tujuan hidup yang ingin kita capai, tidak akan berhasil jika kita tak berusaha untuk mencapainya.
Hidup ini adalah sebuah kerja keras & dan tentunya sebuah pengorbanan.
Sebagai contoh:
Biru
Begitulah...sejak dulu aku penyuka warna biru.
Sampai-sampai aku mengkoleksi berbagai benda dengan warna biru.
Tapi...
Berjalan dengan waktu, tepatnya ketika aku mulai dewasa. Aku berubah menyukai merah.
Katanya..warna yang kita sukai banyak memberikan warna kehidupan kita.
Jadi, kalau orang tua dulu bilang "jangan sembarangan memilih warna" mungkin ada benarnya.
Warna-warna yang selalu menjadi kanvas indah lukisan jiwaku.
soooo....what do you think ???
Jalan Rusakkkk
Sampai kapan jalanan rusak dibiarkan saja????
Sampai kapan jalanan bebas macet??
Tohh.. "Jalan Tol" saja sekarang sudah tidak lagi boleh disebut "jalan bebas hambatan".
Belakangan, aku memang sangat prihatin dengan jalanan.
Nyaris...setiap jalan dimanapun aku pergi, pasti saja ada macetnya.
Aku sudah tidak bisa lagi memprediksi lamanya perjalanan. Semuanya harus dengan catatan "Tergantung dijalan ya, macet atau tidak".
Nah...kalau sudah begini, berbagai cara pasti diusahakan.
Dari yang bangun lebih pagi. Berangkat lebih awal. Dan kemana-manapun pulangnya harus lebih awal. Jangan hanya gara-gara telat 10 menit, kita bisa menikmati kemacetan 2 jam.
Masih untung kalau hanya menikmati kemacetan. Coba dibayangkan "kalau kita juga menikmati hasrat ingin pipis yang tak tertahankan" kebayang khan gimana jadinya??? Apalagi kalau itu terjadi pas di jalan tol..."woww pleasee deh!!"
Sudah lelah sejak pagi terkena macet. Ehhhh pas mau pulangnya ikutan kena juga. Walhasil sehari 2 kali sudah pasti bikin mood jadi jelek.
Pas pergi kerja kena macet!! sebelll banget rasanya. Gimana enggak sebel?? udah kebayang muka bossku bakalan jelek, karena ngak bakalan happy akibat aku terlambat.
Nah...kalau sudah begitu, effect seharian bakalab bikin mood jadi bete.
Pas pulang masih kena macet...yang ada orang yang sudah capek seharian..semakin bertambah lelah. Ditambah pekerjaan rumah yang masih setumpuk.
Well..kapan sich jalanan benar-benar bebas dari macet???
Seandainya saja, Dinas Pekerjaan Umum bisa lebih terorganisasi dengan pihak lainnya. Agar kerusakan jalan tidak semakin parah. Dan tentunya tidak bertambah kerugian pemakai jalan.
Senandung Cintaku
Kuteringat kamupun ikut merasakannya.
Kala jiwa dan hati memanggil namamu
Disaat itupula kubisa mendengar suaramu
Kata dan kata bergulir dengan ribuan rangkaian kosa kata
Seakan tak bisa untuk menahan untuk berujar cerita
Bibirmupun tak luput dari senyum
Dan matamupun dan berkedip walau hanya sesaat.
Jiwaku melayang jauh kebelakang
Kuingin kembali ke masa lalu
Ketika dimasa itu, dan sedikitpun aku terlukai
ketika keyakinanku begitu besar
Kalau hanya kaulah seorang yang akan selalu melindungi & menyayangiku.
Wahai raga cintaku
Wahai jiwa yang tercinta
Dimana kamu saat ini berada??
Aku ingin kau selalu menjaga pintu hatiku dan juga perasaanku
Agar aku selalu merasa nyaman berada disampingku.
Thursday, July 14, 2011
New House
Horeeeeeee rumah baruuu
Sejalan dengan waktu, pembangunan rumahku sudah mencapai pemasangan tembok batu bata.
Tapiiii.....oh tidakkkk
ternyata perumahan yang aku pilih untuk aku menetap, ternyata kwalitasnya tidak sesuai dengan harga yang aku beli. Bagaimana tidak, harga bangunan rumah seharga 3.4 juta per meternya, ternyata kwalitas pembangunannya tidak lebih dari bangunan BTN biasa yang mungkin hanya senilai 1,5 juta permeternya.
Kenapa bisa begini??????????
Kolom-kolom beton yang seharusnya diisi oleh adukan beton/cor beton yang isinya adalah semen, pasir & batu splitt, ternyata hanya diisi oleh adukan semen & pasir (sama dengan adukan bukan pasangan bata merah).
Ditambahan banyak yang korupsi dari harga rumahku itu. Khususnya kontraktor yang ditunjuk oleh Developernya. Mungkin tidak semuanya salah Developernya. Tapi...kemungkinan besar kesalahan pada Staff pengawas Lapangan plus Sub Kontraktor yang dipilih oleh Kontraktor utama.
Uhhh..betapa sama bodohnya antara Tukang Bangunan yang mengerjakannya dengan Para Pengawas yang mungkin Level Pendidikan untuk pengetahuan Teknik Sipilnya pasti jauh berbeda.
Serasa disengat Halilintar rasanya.
Kejadian ini untuk kedua kalinya menimpa aku dengan kedua kalinya aku membeli rumah.
Sesuatu yang bukan lagi milikmu
dan terus menganalisa...
apa dan yang telah dijalani....
Kulalui semuanya, tentunya dengan hati yang lapang.
Kuberharap akan ada sinar yang sangat terang diakhir penghujung jalan
Jalan dan langkah..selalu kuberharap akan ada cahaya
Akan banyak bunga yang wangi semerbak
Kicauan burung dan nyanyian ilalang yang bergemisik samar
Dan AKU berada diantaranya
Seandainya..
Genggaman tangannya masih hangat mengganteng tanganku
Senyumnya selalu menghiasi hariku
Sapaan dan kata-kata penuh kekuatan cinta
Dan semangat jiwa, yang dihadirkannya untuk hatiku.
Tatapan mata yang selalu menyejukan bathin jiwa hatiku
Jikaaa
semuanya bisa selalu dihadirkannya...
Mungkin, aku pun ingin selalu berada dalam dekapan hatinya.
Tapiii...
Jika semua yang aku dambakan..
Tak pernah kudapatkan, seperti keinginan jiwaku
Kekeringan hatiku semakin meluas
Sampai...akupun tak lagi bisa membasahinya..
Semakin aku terdiam
Semakin aku tertindas
Semakin aku mengerti
Semakin aku tersakiti
Jiwaku ingin berontak
Berteriakkk.....Arggghhhhhh
Tetap saja mulutku terkunci dengan rapatnya.
Jutaan perjuangan bathinku berlariii
Sekuat jiwaku berontak
Ingin kutembus isi hatinya
Agar aku tahu, apa sebenarnya yang tersembunyi didalamnya.
Aku tak lagi menemukan sayang
Aku tak lagi diperlakukan nyaman
Bencikah aku kepadanya?
Begitu dendamnyakah kepadanya?
Semuanya..
Tak bisa kujawab.
Yang kutahu...cintaku sudah membuat hatiku semakin melukai jiwaku.
Wahai Peri Cintaku
Bawa aku pergi...dengan sayap putih cintamu yang abadi.
Tuesday, June 21, 2011
Hahaha...my solmet
Begitu selalu kita berdua. Tertawa bersama dan berusaha saling menghibur ketika satu sama lainnya sedang gundah gulana. INTI saling menguatkan dan berbagi kebahagiaan.
Aku begitu sangat bersyukur, memiliki sahabat wanita satu2nya yang kusebut "s-o-l-m-e-t" plesetan dari Soulmate.
Karena aku memang merasakan dia seperti belahan jiwaku. Tanpa aku harus bersusah payah menjelaskan sesuatunya dia pasti sudah tahu & bisa merasakan. Hmmmm...kita berdua seperti punya Indra Ke-enam. Kelebihan yang lumayan ngak perlu kata2. Bahkan saking nyambungnya, banyak sekali ceplas ceplos kita yang nyaris selalu berbarengan/spontan didepan teman-teman lainnya :)
Bukan cuman kebetulan, karakter kita (dalam pemikiran) selalu sama. Mungkin dikarenakan tanggal lahir kita yang sama "25" meskipun beda bulan dan Tahun.Untuk urusan pekerjaan, nyaris kita berdua selalu ingin "well prepare". Thing To Be Done ngak pernah jauh dari otak kita berdua.
Ditambah ngak mau pusing, meskipun sering banget dibuat pusing....
Dtambah lagi ngak mau tahu, meskipun pada akhirnya jadi tahu karena suka dikasih tahu...(hehehe).
Well...inti semuanya. Terima kasih atas anugerah yang diberikan Tuhan atas kehadiran my solmet. she's very important in my life. Begitu sempurna my solmet dimata hati gw. Semoga 'persolmetan" ini tidak akan pernah berakhir. Apapun keadaannya.I love you more & more....
Thursday, June 9, 2011
Ketika Usia Tidak Lagi Menjadi Muda
Seperti biasa, dengan segala ketergesaanku menapaki kaki menuju kantor tercinta.
Sejak kemarin sore, ketika perjalanan pulang dari kantor. Kepalaku sudah kupatok "bahwa besok pagi berangkat kantor harus lebih pagi lagi". Kenapa? karena melihat kondisi jalanan yang masih saja dibuka tutup jalurnya, karena perbaikan & peninggian area jalan.
Well....ternyata, beneran...semalam aku tidak bisa tidur dengan pulas. Sebentar-sebentar aku terbangun dan langsung melihat jam dinding. hmmm masih jam 01.30...kirain udah pagi...(dan itu terjadi sampai ketiga kalinya : 02.15 ; 04.10)....wahhh beneran kepikiran banget ya, kalau takut terlambat....dan terakhir aku beneran bangun TEPAT alarm HPku berdering 05.00.
Buru-buru aku turun dari kasur..keluar dari kamar. Langsung berkegiatan pagi seperti biasanya.
Hingga akhirnya aku berangkat ke kantor dan seperti biasa...keluar gerbang rumah, langsung Ngacirrrrrrrrrr tanpa rem.
Naik angkot, turun angkot....
Nah...khusus angkot terakhir, untungnya super Ngebutt, saking ngebutttnya..mataku tidak berani aku buka. Takuttt banget, karena supirnya selalu ngambil jalur kanan, dan mepet dengan mobil depan.
Well, hingga pada akhirnya disatu daerah, naik sepasang suami isteri yang sudah sangat renta. Ketika naik angkot sangat terlihat sekali, kalau suaminya kalah ngesit dengan sang isteri. Tapi dengan sangat sabar, si Isteri menuntun sang Suami terlebih dahulu naik ke mobil.
Mataku sempat menangkap pandangan ke kaki sang lelaki tua itu. Ternyata, sepasang sandal sepatu yang dikenakannya "BEDA TINGGI" antara kaki kanan dan kirinya. Pikiranku saat itu adalah "mungkin pernah kecelakaan, makanya tingginya beda, supaya tidak Tipang".
Ketika sudah naik dan duduk disebelahku (sang suaminya) dan isterinya diseberangku. Dan sangat jelas aku memandang wajah sang isteri. Begitu sudah sangat terlihat tua dan berkeriput dan terlihat duduk dengan membungkuk (tak lagi setegap anak muda). Berbaju muslimah berwarna abu-abu. Dan tetap berusaha cantik dengan memulas wajahnya dengan bedak & lipstik yang tipis.
Sang isteri dengan seksama memandang setiap jalan yang di lalui. Sepertinya Ibu ini tidak mau terlewat. Pikiranku saat itu adalah "mungkin pasangan ini mau ambil uang pensiun kali ya?" begitulah pikiranku saat itu, sambil tak lepas sedikitpun melepas pandangan dari mereka berdua.
Entah mengapa, aku saat itu begitu terenyuh. Betapa semua dunia seperti berbalik. Pikiranku jauh melayang kedepan dan kebelakang. Ketika Usia Tidak Lagi menjadi muda. Dan tak lagi peduli siapa yang dulunya paling perkasa. Semuanya tidak ada yang bisa menerka. Tapi, aku sangat bahagia melihat pandangan sang suami yang penuh cinta kepada isterinya. Meskipun sudah tidak terlihat kecantikannya.
Isterinya pun begitu telaten membantu sang suami yang sudah tertatih melanngkah dengan penuh perasaan sayang & hangat.
Satu hal yang aku sedikit tertakjub, benar sekali, ternyata suami isteri ini turun di BRI Cisalak. Dan terlihat begitu banyak para Pensiunan Tua yang sudah mengantri disana.
Welll.....terlihat begitu besar perjuangan yang mereka masih miliki hingga setua ini. Tidak bergantung dengan siapapun. Bahkan hingga setua itu pun mereka masih menafkahi & menjalani hidup mereka dengan kerja keras mereka sendiri.
Sungguh, pemandangan yang sangat ajaib pagi ini.
Semakin aku terpacu untuk bisa semakin LEGOWO untuk semua yang aku jalani.
Terima kasih buat Pak Tua & Ibu Tua (yang aku tak tahu namanya). Atas pertemuan yang tentunya sudah diatur Tuhan, supaya aku bisa melihat dengan hati yang jernih, betapa masih banyak yang tetap berusaha sangat baik menjalani hidup ini. Masih banyak yang terus berjuang tanpa lelah tapi tetap mereka Ikhlas menjalani semuanya.
Dan sekali lagi...."KETIKA USIA TAK LAGI MENJADI MUDA" memberikan gambaran nyata, bahwa semuanya tidak ada yang abadi didalam hidup ini.
Thanks GOD!!
Subscribe to:
Posts (Atom)

























